Kebanggaan kembali hadir dari Pesantren Baitul Quran Sragen. Lima santri terpilih menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sragen dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-81.
Kelima santri tersebut adalah Arfa Faeyza Rachman, Muhammad Wildan Zulfa Maulana, Muhammad Ibni Hafidz Latifurrofiq, Muhammad Fathan Zufarullah, dan Muhammad Hasan Ar Rosyid. Kelimanya mendapat amanah untuk bergabung dalam barisan Paskibraka Kabupaten Sragen dan menjalankan tugas dalam upacara peringatan kemerdekaan.
Paskibraka Hafidz 30 Juz
Menariknya, kelima santri yang terpilih memiliki keistimewaan yang sama, yaitu telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Para hafidz Quran ini menjadi salah satu bukti bahwa tempaan di pesantren dan rutinitas menghafal Al-Qur’an tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk berprestasi di bidang lain. Bahkan hal ini dapat berjalan beriringan dengan pengembangan karakter, kedisiplinan, serta kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Menjadi anggota Paskibraka bukanlah tugas yang ringan. Para santri harus menjalani berbagai proses persiapan, mulai dari latihan fisik, pembentukan kedisiplinan, ketepatan gerakan, kekompakan, hingga penguatan mental. Setiap proses tersebut membutuhkan kesungguhan, ketekunan, dan kemampuan untuk menjaga tanggung jawab sebagai bagian dari pasukan pengibar bendera.
Amanah mengibarkan Sang Saka Merah Putih menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk nyata kontribusi mereka dalam memperingati perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bagi keluarga besar BEQI Sragen, keterlibatan lima santri hafidz 30 juz dalam Paskibraka Kabupaten Sragen menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi santri yang mampu mengembangkan potensi dalam bidang keagamaan sekaligus berkontribusi untuk negeri.
Prestasi ini juga menjadi pengingat bahwa menjadi santri bukan berarti terbatas pada aktivitas di lingkungan pesantren. Dengan bekal Al-Qur’an, pendidikan, kedisiplinan, dan karakter yang kuat, santri dapat mengambil peran dalam berbagai bidang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selamat kepada Arfa Faeyza Rachman, Muhammad Wildan Zulfa Maulana, Muhammad Ibni Hafidz Latifurrofiq, Muhammad Fathan Zufarullah, dan Muhammad Hasan Ar Rosyid atas amanah dan dedikasinya sebagai Paskibraka Kabupaten Sragen.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal untuk terus melangkah, berprestasi, dan menginspirasi generasi muda lainnya. Al-Qur’an di dada, Merah Putih di hati, dan semangat pengabdian untuk negeri.





