Memasuki hari kedua Masa Ta’aruf Santri, seluruh santri baru Pesantren Baitul Quran Sragen Tahun Ajaran 2026/2027 mulai menyelami kehidupan pesantren secara lebih mendalam. Setelah berkenalan dengan lingkungan dan keluarga besar pesantren pada hari pertama, kini para santri diajak memahami nilai-nilai utama yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan.
Rangkaian kegiatan hari kedua diawali dengan tasnif Al-Qur’an yang dipandu oleh ustadz/ustadzah LPTQ (Lembaga Pengembangan Tahfidz Al-Qur’an). Tasnif merupakan proses pemetaan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an setiap santri. Melalui kegiatan ini, pesantren dapat mengetahui capaian awal masing-masing santri sehingga pembinaan tahsin dan tahfidz dapat dilakukan secara tepat sesuai kemampuan dan kebutuhan mereka.
Satu per satu santri mengikuti proses penilaian, sementara para penguji memberikan arahan agar mereka merasa nyaman dan percaya diri. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi setiap santri untuk memulai perjalanan bersama Al-Qur’an di Pesantren Baitul Quran Sragen.
Memasuki siang hari, agenda dilanjutkan dengan sosialisasi budaya adab dan akhlak yang disampaikan oleh jajaran guru SMP dan SMA. Dalam sesi ini, para santri diperkenalkan pada nilai-nilai karakter yang menjadi ruh pendidikan di pesantren.
Tidak hanya berisi penyampaian materi, sesi ini juga mengajak santri memahami bahwa keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak yang mulia. Adab menjadi pondasi utama yang akan membentuk pribadi Qur’ani, mandiri, dan berprestasi.
Menjelang sore, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi budaya lingkungan pesantren yang dipandu oleh LKBQ. Pada kesempatan ini, santri dikenalkan dengan berbagai budaya positif yang telah menjadi kebiasaan di lingkungan pesantren.
Melalui pengenalan budaya lingkungan sejak awal, diharapkan para santri mampu beradaptasi dengan kehidupan pesantren dan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab serta memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka belajar dan bertumbuh.
Hari kedua Masa Ta’aruf Santri menjadi gambaran bahwa kehidupan di Pesantren Baitul Quran Sragen bukan sekadar tentang menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, pesantren membangun karakter santri melalui pembiasaan adab, akhlak, dan budaya yang baik sebagai bekal menjalani kehidupan.












