
Setelah menuntaskan longmarch, hari kedua Jambore 2026 justru menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang tak kalah padat. Seluruh santri mulai mengikuti berbagai agenda yang telah dipersiapkan oleh panitia, membawa semangat baru setelah perjalanan panjang yang mereka lalui sehari sebelumnya.
Namun, ada sesuatu yang berbeda pada pelaksanaan Jambore tahun ini. Mulai hari kedua dan seterusnya, santri kelas 10 mendapatkan agenda khusus yang menjadi salah satu program utama dalam Jambore 2026.
Sebagai generasi yang nantinya dipersiapkan menjadi penerus dan pendamping dalam pelaksanaan Jambore, para santri kelas 10 akan mengikuti Diklat Kepramukaan selama kegiatan berlangsung. Program ini menjadi bagian dari proses kaderisasi, sekaligus ruang bagi mereka untuk mengenal lebih jauh nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, kedisiplinan, serta tanggung jawab.
Membuka Jambore dengan Semangat Baru
Agenda hari kedua diawali dengan upacara pembukaan Jambore 2026 yang berlangsung di Lapangan Utama Sekipan. Upacara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan Jambore secara resmi.
Setelah upacara pembukaan, kegiatan berlanjut dengan agenda yang tidak hanya menguji kemampuan berpikir, tetapi juga mendorong para santri untuk aktif berdiskusi dan menyampaikan gagasan. Melalui FGD, para santri diajak untuk bertukar pandangan, berdiskusi dengan sehat dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditampilkan. Suasana diskusi menjadi ruang bagi mereka untuk belajar bahwa dalam sebuah kelompok, setiap pendapat memiliki peran dan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama.
Belajar Bertahan Hidup Lewat Chicken Hunter
Tidak hanya berpikir dan berdiskusi, hari kedua Jambore juga menghadirkan kegiatan yang menguji keterampilan para santri secara langsung. Kegiatan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi para santri. Dengan konsep yang memadukan keseruan, tantangan, dan keterampilan bertahan hidup, Chicken Hunter mengajak peserta untuk lebih sigap dalam menghadapi situasi serta mengandalkan kerja sama tim, mulai dari menyiapkan bahan hingga menyajikannya menjadi hidangan siap santap.
Hari kedua pun menjadi gambaran bahwa Jambore bukan sekadar rangkaian kegiatan di alam terbuka. Di balik games, diskusi, dan aktivitas survival, terdapat proses pembentukan karakter yang berjalan secara bertahap. Bagi santri kelas 10, Jambore tahun ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan diri sebagai calon pendamping di masa mendatang. Sementara bagi santri lainnya, setiap kegiatan menjadi kesempatan untuk belajar bekerja sama, berani mencoba, dan menikmati pengalaman bersama.


















