Memasuki hari ketiga Jambore Ceria 2026, suasana di Bumi Perkemahan Bukit Sekipan, Tawangmangu, semakin semarak. Rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak hari sebelumnya terus berlanjut dengan berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman baru bagi para santri.
Pada hari ini, santri kelas 10 mulai memasuki rangkaian kegiatan diklat. Di saat yang sama, adik-adik dari kelas 4, 5, dan 6 SDIT Baitul Qur’an turut menyusul kakak-kakaknya untuk bergabung dalam pengalaman berkemah dan belajar bersama di alam terbuka.
Kehadiran para santri SDIT menambah warna dalam pelaksanaan Jambore Ceria 2026. Suasana perkemahan menjadi semakin ramai dengan interaksi antarsantri dari berbagai jenjang. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan masing-masing, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan membangun kebersamaan dalam satu rangkaian kegiatan.
Di hari ketiga ini, para santri mendapatkan berbagai pembelajaran yang dekat dengan kehidupan nyata. Mereka mengikuti kegiatan yang melatih keterampilan penyelamatan diri, outdoor life skill, kemandirian, kerja sama tim, serta kedisiplinan.
Materi dan aktivitas tersebut diberikan melalui kegiatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Sebelas Maret (UNS). Melalui pendampingan dari pihak yang memiliki pengalaman di bidang kebencanaan dan kegiatan alam terbuka, para santri memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman praktik yang dapat berguna ketika menghadapi situasi tertentu di lingkungan sekitar.
Setiap aktivitas menjadi kesempatan bagi para santri untuk belajar menghadapi tantangan, mengambil keputusan, serta bekerja sama dengan anggota kelompok. Pengalaman belajar di alam terbuka juga mendorong mereka untuk lebih mandiri dan mampu beradaptasi dengan kondisi di luar rutinitas sehari-hari.
Memasuki sore hari, rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan diskusi bersama ustadz dan ustadzah. Dalam suasana yang lebih tenang, para santri diajak mengingat kembali berbagai pengalaman yang telah dilalui sepanjang hari.
Momen tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk mengambil pelajaran dari setiap kegiatan, menyampaikan pengalaman, sekaligus berbagi cerita dan pemikiran. Dengan demikian, Jambore Ceria 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk beraktivitas, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter santri melalui pengalaman nyata.



















