Ada kabar yang membawa kebahagiaan tersendiri di lingkungan Pesantren Baitul Qur’an Sragen.
Sebanyak 46 santri Pesantren Baitul Qur’an Sragen dinyatakan lolos dalam jalur SNBP 2026, membuka jalan menuju berbagai perguruan tinggi negeri dan program studi impian mereka.
Di antara jumlah tersebut, 13 santri berhasil menembus program studi kedokteran—sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menunjukkan kualitas dan kesungguhan mereka dalam menempuh proses belajar.
Tersebar di Perguruan Tinggi Favorit Indonesia
Para santri yang lolos SNBP 2026 ini diterima di berbagai kampus negeri bergengsi, di antaranya:
- Universitas Airlangga
- Universitas Brawijaya
- Universitas Sebelas Maret
- Universitas Gadjah Mada
- serta berbagai perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Sebaran ini menunjukkan bahwa para santri tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal, tetapi juga di kancah nasional dengan pilihan kampus dan jurusan yang sangat kompetitif.
Lebih dari Sekadar Lolos Seleksi
Di balik nama-nama kampus tersebut, ada proses panjang yang tidak sederhana.
Di balik kelulusan tersebut, ada perjalanan panjang yang tidak mudah. Hari-hari yang diisi dengan belajar, menghafal, dan menjaga konsistensi.
Selama menempuh pendidikan di Pesantren Baitul Qur’an Sragen, para santri ini tidak hanya berjuang dalam bidang akademik, tetapi juga menuntaskan hafalan Al-Qur’an 30 juz.
Dua perjalanan besar yang berjalan beriringan, ilmu dunia dan ilmu akhirat.
Buah dari Kesungguhan dan Doa
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kesungguhan, disiplin, dan doa yang terus dijaga mampu mengantarkan pada hasil yang indah di waktunya.
Bagi para santri, kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Perjalanan yang akan membawa mereka ke lingkungan yang lebih luas, dengan tantangan dan peluang yang lebih besar.
Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang penuh keberkahan.
Dan semoga, dari kampus-kampus yang mereka tuju nanti, lahir kontribusi nyata untuk masyarakat—dengan ilmu yang bermanfaat, dan nilai-nilai yang tetap terjaga.














