Pesantren adalah ruang untuk terus belajar dan bertumbuh. Di dalamnya, proses menuntut ilmu tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan para santri, tetapi juga menjadi kebutuhan bagi seluruh insan yang mengabdi dan berkhidmat di dalamnya, termasuk para ustadz dan ustadzah.
Sebagaimana pepatah Arab mengatakan:
أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa belajar tidak mengenal batas usia, jabatan, maupun peran. Menjadi seorang pendidik bukan berarti selesai dari proses belajar. Justru, amanah mendidik menuntut seorang ustadz dan ustadzah untuk terus memperbarui pengetahuan, memperdalam pemahaman, merawat nalar, serta memperkuat bekal keilmuan.
Berangkat dari semangat tersebut, Pesantren Baitul Quran Sragen menghadirkan Kajian Kitab, sebuah majelis ilmu yang insyaAllah dilaksanakan secara rutin sebagai ruang untuk menambah wawasan sekaligus menguatkan tradisi keilmuan di lingkungan pesantren.
Pada kajian kali ini, para asatiz berkesempatan untuk mengkaji Kitab Minhajul Muslim bersama Abah K.H. Muhammadun Abdul Hamid, M.A. Kitab yang disusun oleh Abu Bakr Jabir al-Jaza’iri ini merupakan salah satu karya yang membahas berbagai aspek kehidupan seorang Muslim, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, adab, hingga muamalah.
Kajian ini bukan sekadar aktivitas membaca dan memahami teks kitab. Lebih dari itu, ia menjadi ikhtiar untuk menghadirkan kembali tradisi tafaqquh fiddin (memperdalam pemahaman terhadap agama) di tengah kesibukan menjalankan amanah pendidikan dan pengelolaan pesantren.
Sebab, pendidik yang terus belajar akan memiliki bekal yang lebih luas untuk mendidik. Dan guru yang dekat dengan majelis ilmu diharapkan mampu menularkan kecintaan terhadap ilmu kepada para santrinya. Semoga kajian ini menjadi wasilah bertambahnya ilmu yang bermanfaat, kokohnya pemahaman agama, serta tumbuhnya semangat untuk terus belajar dan mengamalkan ilmu dalam kehidupan.




